Selamat Datang di INDOBET !!! Situs Judi SBOBET Online Terpercaya Sejak Tahun 2006 | Dapatkan Bonus Menarik Setiap Harinya dari Layanan Customer Service dan BANK KAMI ONLINE 24 JAM | WhatsUpp : +62 813 6319 1417 - LINE : Agenbola206

INDOBET

INDOBET

Orangutan mati dibantai tembakan 17 peluru dan tebasan senjata tajam



BeritaBola206- Orangutan Kalimantan Tengah (Pongo Pygmaeus Rumbii) yang di temukan mati tanpa kepala, Sungai Kalahien Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (15/1) lalu, diduga kuat akibat tembakan senapan angin. Selain itu, di badannya juga ditemukan senjumlah luka tebasan senjata tajam.

Autopsi dilakukan Kamis (18/1) Kemarin oleh tim forensik Polda Kalimantan Tengah, dokter dari Borneo Orangutan Survival Foundation(BOSF) dna dari Centre for Orangutan protection (COP) juga BKSDA Kalteng. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematian OrangUtan jantan dewasa itu.

"Proses autopsi kemarin dilakukan sekitar 2 jam. ditemukan 3 luka di leher akibat benda tajam, sehingga leher putus atau kena tebasan," kata Manajer perlindungan Habitat COP Romadhani, dikonfrimasi Bola206, Jum' at (19/1).

Sederetan bukti lainnya hasil autopsi juga ditemukan 17 peluru senapan angin, patahnya 7 tulang rusak, lambung pecah, jantung luka akibat peluru senapan angin hingga lebam di bagian dada kiri.

"Jadi, hasil autopsi itu membuktikan kejahatan manusia, Selain tembakan senapan angin, kemudian kepalanya di tebas," ucapnya

Polda kalimantan Tengah di bantu bersama dengan tim kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) masih memburu pelaku pembantai orangutan malang itu.

"Ini momen KLHK dan untuk menegakkan hukum. Belajar dari kasus di Kaltim (pembantaian orangutan 2011 di Desa Puan Cepak Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur), warga banyak jadi lebih sadar untuk perlindungan Orangutan Sosialisasi perlindungan satwa percuma, lebih bagus penindakan dan penegakan hukum itu lebih bagus," ucapnya.

Diketahui, sempat dikira jasad manusia, abgnkai satwa orangutan, ditemukan mengambang di sungai Kalahien Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah Kondisinya bangkai orangutan itu mengenaskan, tanpa kepala dan tangan nyaris putus. Tidak menunggu lama. Bangkai itu pun di kuburkan bersama warga sekitar setelah dilaporkan ke BKSDA Kalteng.

No comments

Powered by Blogger.